Nama “Ngliyep” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “mengantuk.” Konon, keindahan pantai ini begitu menenangkan sehingga pengunjung sering merasa rileks, seolah ingin terlelap. Sejak zaman dahulu, Pantai Ngliyep juga dikenal sebagai tempat yang sakral bagi penduduk setempat. Tradisi tahunan Upacara Labuhan dilakukan di pantai ini untuk menghormati Nyi Roro Kidul, sang Ratu Pantai Selatan, dan memohon keselamatan.